"I'm just me, whoever that is." - Bob Dylan

Tuesday, December 22, 2009

sorry, i'm FAMOUS


sorry, (if) i'm famous.
oh. tentu saja saya harus menyertakan lokasinya ya?
oke.dunia cyber yang dari kelas 6 SD sudah saya tekuni, sama sekali tidak membuat saya terkenal (bahagia).
dari mulai saya pake foto orang lain, sampai foto saya yang dipake orang lain. 


readers, sepertinya saya harus berteriak setiap hari ya? 
FACEBOOK saya di bajak, silahkan search nama lengkap saya, dan anda akan menemukan lebih dari 2 account dengan nama dan foto asli saya. yang asli? ndhie.an@gmail.com


jadi, kalau ada orang yang ngomong jorok/tidak sopan atas nama saya di facebook, harap maklumi ya, WINDY ANINDYA PUTRI ada BANYAK. saya yang asli, tentu tidak akan mengubar aib sendiri bukan?


terimakasih atas pengertiannya :)

i know i'm GOOD (cuih)






oke. mungkin seperti yang anda baca pada postingan saya sebelumnya, saya terlalu cengeng ya?

tapi tidak, karena saya memang bukan orang cengeng. apalagi yang suka menghabiskan waktu untuk menangisi kejadian-kejadian dulu (sambil mendengarkan lagu mellow. - ya ampun.)

sekejamnya saya terhadap diri sendiri. sekasarnya saya menulis posting di blog, saya masih punya hati ko, terutama untuk orang-orang terpenting. see? ya seperti yang (mungkin) anda baca, sahabat.

seberapa penting arti sahabat untuk saya?
saya tidak pernah mementingkan sesuatu yang lain, selain diri saya sendiri.
dan bagi saya, dia adalah bagian dari diri saya. dia. hanya dia.

saya bukan labil. apalagi pikir pendek. hal ini pun bukan satu dua hari, atau satu dua kali terjadi.jika dirinya memang harus meninggalkan saya, ikhlaskanlah hati ini, Tuhan.

bantu aku melewati masa depan yang dinanti, tanpanya.
bantu aku menangisi kesalahan-kesalahanku, sendirian, tanpanya.
bantu aku beranjak dewasa, tanpanya.

....
....
....



 okay, think positive. saya bisa melewati semuanya. dengan atau tanpa dirinya. seperti yang orang tahu, SAYA HEBAT. saya selalu melewati semua masalah-masalah saya dengan (berlagak pem-) berani. saya bisa menghadapi semuanya. dengan atau tanpa semangat darinya...

QUOTE OF THE DAY

"What is a friend? A single soul in two bodies." - Aristotle

BESTFRIEND ...







"The love of my life is the love between my friend"

and my friend is YOU

sebuah posting HINA untuknya..

Selasa, 22 Desember 2009


"aku kehilangan setengah jiwaku. setengah hatiku. setengah duniaku..."

aku tak pernah berpikir hal ini akan terulang untuk kedua kalinya, setelah 3 tahun silam dulu. oh. sungguh gila jiwa ini tanpanya, Tuhan.

bahkan, ini adalah masa terburuk dibanding saat aku kehilangan keperawanan..
oh, ya tentu saja. dialah yang menangisi keperawananku. ya, dia. DIA.
lucu? memang.

dan selucu nasibku. aku merasa telanjang, sekarang, aku berdiri tanpanya. tanpa modal apa-apa, bernapas tanpa tahu apa yang akan kulakukan kedepan membuatku ketakutan. aku menangis. dan dia disana, ingatkah padaku? aku tak tahu.. (walau aku berharap "ya")

dosa apalagi aku padanya? rasanya setiap detik yang kulewati bersamanya ku pahami baik-baik. ku jaga dengan baik. lalu apa gerangan yang harus kubenahi? oh, mengapa terkadang seseorang menjadi begitu jahat karena kecengengannya? (maaf..)

NB : aku tahu dirimu membaca posting hina ini, sayang. aku tak merujuk, aku tak memohon. aku pun tahu bahwa kau tahu seberapa dalam ikatan dalam hati kita (ku-untuk-mu). aku tak mengerti apa maumu. dan ada apa dengan dirimu. jika kau ingin kembali, kembalilah. jika kau masih membenciku, aku akan menerima seribu makianmu. katakanlah aku manusia ternista yang selalu ingin mencoba untuk menjadi sahabatmu, katakanlah aku seorang pelacur yang tak tahu diri untuk membalas kebaikan seorang sahabatnya, katakanlah aku seorang remaja ingusan yang telah mengajakmu bermain ditengah lumpur yang kotor (sehingga orang tuamu marah..)

maafkan aku.


untuk Sahabatku, Bella Citra Dinasti

Thursday, December 17, 2009

DIJUAL KEPERAWANAN. siapa yang mau beli?

Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima . Sang petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang agak di pojok.
Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang harus dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali waiter mendatanginya tapi, wanita itu hanya menggelengkan kepala. Mejanya masih kosong. Tak ada yang dipesan. Lantas untuk apa wanita itu duduk seorang diri. Adakah seseorang yang sedang ditunggunya.
Petugas satpam itu mulai berpikir bahwa wanita itu bukanlah tipe wanita nakal yang biasa mencari mangsa di hotel ini. Usianya nampak belum terlalu dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak. Sekitar usia remaja yang tengah beranjak dewasa.
Setelah sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati meja wanita itu dan bertanya:
” Maaf, nona … Apakah anda sedang menunggu seseorang? ”
” Tidak! ” Jawab wanita itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain.
” Lantas untuk apa anda duduk di sini?”
” Apakah tidak boleh? ” Wanita itu mulai memandang ke arah sang petugas satpam..
” Maaf, Nona. Ini tempat berkelas dan hanya diperuntukan bagi orang yang ingin menikmati layanan kami.”
” Maksud, bapak? ”
” Anda harus memesan sesuatu untuk bisa duduk disini ”
” Nanti saya akan pesan setelah saya ada uang. Tapi sekarang, izinkanlah saya duduk di sini untuk sesuatu yang akan saya jual ” Kata wanita itu dengan suara lambat.
” Jual? Apakah anda menjual sesuatu di sini? ”
Petugas satpam itu memperhatikan wanita itu. Tak nampak ada barang yang akan dijual. Mungkin wanita ini adalah pramuniaga yang hanya membawa brosur.
” Ok, lah. Apapun yang akan anda jual, ini bukanlah tempat untuk berjualan. Mohon mengerti. ”
” Saya ingin menjual diri saya, ” Kata wanita itu dengan tegas sambil menatap dalam-dalam kearah petugas satpam itu.
Petugas satpam itu terkesima sambil melihat ke kiri dan ke kanan.
” Mari ikut saya, ” Kata petugas satpam itu memberikan isyarat dengan tangannya.
Wanita itu menangkap sesuatu tindakan kooperativ karena ada secuil senyum di wajah petugas satpam itu. Tanpa ragu wanita itu melangkah mengikuti petugas satpam itu.
Di koridor hotel itu terdapat kursi yang hanya untuk satu orang. Di sebelahnya ada telepon antar ruangan yang tersedia khusus bagi pengunjung yang ingin menghubungi penghuni kamar di hotel ini. Di tempat inilah deal berlangsung.
” Apakah anda serius? ”
” Saya serius ” Jawab wanita itu tegas.
” Berapa tarif yang anda minta? ”
” Setinggi-tingginya. .’ ‘
” Mengapa?” Petugas satpam itu terkejut sambil menatap wanita itu.
” Saya masih perawan ”
” Perawan? ” Sekarang petugas satpam itu benar-benar terperanjat. Tapi wajahnya berseri. Peluang emas untuk mendapatkan rezeki berlebih hari ini..
Pikirnya
” Bagaimana saya tahu anda masih perawan?”
” Gampang sekali. Semua pria dewasa tahu membedakan mana perawan dan mana bukan.. Ya kan …”
” Kalau tidak terbukti? ”
” Tidak usah bayar …”
” Baiklah …” Petugas satpam itu menghela napas. Kemudian melirik ke kiri dan ke kanan.
” Saya akan membantu mendapatkan pria kaya yang ingin membeli keperawanan anda. ”
” Cobalah. ”
” Berapa tarif yang diminta? ”
” Setinggi-tingginya. ”
” Berapa? ”
” Setinggi-tingginya. Saya tidak tahu berapa? ”
” Baiklah. Saya akan tawarkan kepada tamu hotel ini. Tunggu sebentar ya. ”
Petugas satpam itu berlalu dari hadapan wanita itu.
Tak berapa lama kemudian, petugas satpam itu datang lagi dengan wajah cerah.
” Saya sudah dapatkan seorang penawar. Dia minta Rp. 5 juta. Bagaimana? ”
” Tidak adakah yang lebih tinggi? ”
” Ini termasuk yang tertinggi, ” Petugas satpam itu mencoba meyakinkan.
” Saya ingin yang lebih tinggi…”
” Baiklah. Tunggu disini …” Petugas satpam itu berlalu.
Tak berapa lama petugas satpam itu datang lagi dengan wajah lebih berseri.
” Saya dapatkan harga yang lebih tinggi. Rp. 6 juta rupiah. Bagaimana? ”
” Tidak adakah yang lebih tinggi? ”
” Nona, ini harga sangat pantas untuk anda. Cobalah bayangkan, bila anda diperkosa oleh pria, anda tidak akan mendapatkan apa apa. Atau andai perawan anda diambil oleh pacar anda, andapun tidak akan mendapatkan apa apa, kecuali janji. Dengan uang Rp. 6 juta anda akan menikmati layanan hotel berbintang untuk semalam dan keesokan paginya anda bisa melupakan semuanya dengan membawa uang banyak. Dan lagi, anda juga telah berbuat baik terhadap
saya. Karena saya akan mendapatkan komisi dari transaksi ini dari tamu hotel. Adilkan. Kita sama-sama butuh … ”
” Saya ingin tawaran tertinggi … ” Jawab wanita itu, tanpa peduli dengan celoteh petugas satpam itu.
Petugas satpam itu terdiam. Namun tidak kehilangan semangat.
” Baiklah, saya akan carikan tamu lainnya. Tapi sebaiknya anda ikut saya. Tolong kancing baju anda disingkapkan sedikit.
Agar ada sesuatu yang memancing mata orang untuk membeli. ” Kata petugas satpam itu dengan agak kesal.
Wanita itu tak peduli dengan saran petugas satpam itu tapi tetap mengikuti langkah petugas satpam itu memasuki lift.
Pintu kamar hotel itu terbuka. Dari dalam nampak pria bermata sipit agak berumur tersenyum menatap mereka berdua.
” Ini yang saya maksud, tuan. Apakah tuan berminat? ” Kata petugas satpam itu dengan sopan.
Pria bermata sipit itu menatap dengan seksama ke sekujur tubuh wanita itu …
” Berapa? ” Tanya pria itu kepada Wanita itu.
” Setinggi-tingginya ” Jawab wanita itu dengan tegas.
” Berapa harga tertinggi yang sudah ditawar orang? ” Kata pria itu kepada sang petugas satpam.
” Rp.. 6 juta, tuan ”
” Kalau begitu saya berani dengan harga Rp. 7 juta untuk semalam. ”
Wanita itu terdiam.
Petugas satpam itu memandang ke arah wanita itu dan berharap ada jawaban bagus dari wanita itu.
” Bagaimana? ” tanya pria itu.
”Saya ingin lebih tinggi lagi …” Kata wanita itu.
Petugas satpam itu tersenyum kecut.
” Bawa pergi wanita ini. ” Kata pria itu kepada petugas satpam sambil menutup pintu kamar dengan keras.
” Nona, anda telah membuat saya kesal. Apakah anda benar benar ingin menjual? ”
” Tentu! ”
” Kalau begitu mengapa anda menolak harga tertinggi itu … ”
” Saya minta yang lebih tinggi lagi …”
Petugas satpam itu menghela napas panjang. Seakan menahan emosi. Dia pun tak ingin kesempatan ini hilang.
Dicobanya untuk tetap membuat wanita itu merasa nyaman bersamanya.
” Kalau begitu, kamu tunggu di tempat tadi saja, ya. Saya akan mencoba mencari penawar yang lainnya. ”
Di lobi hotel, petugas satpam itu berusaha memandang satu per satu pria yang ada. Berusaha mencari langganan yang biasa memesan wanita melaluinya. Sudah sekian lama, tak ada yang nampak dikenalnya. Namun, tak begitu jauh dari hadapannya ada seorang pria yang sedang berbicara lewat telepon genggamnya.
” Bukankah kemarin saya sudah kasih kamu uang 25 juta Rupiah.
Apakah itu tidak cukup? ” Terdengar suara pria itu berbicara.
Wajah pria itu nampak masam seketika
” Datanglah kemari. Saya tunggu. Saya kangen kamu.
Kan sudah seminggu lebih kita engga ketemu, ya sayang?! ”
Kini petugas satpam itu tahu, bahwa pria itu sedang berbicara dengan wanita.
Kemudian, dilihatnya, pria itu menutup teleponnya. Ada kekesalan di wajah pria itu.
Dengan tenang, petugas satpam itu berkata kepada Pria itu: ” Pak, apakah anda butuh wanita … Huh ”
Pria itu menatap sekilas kearah petugas satpam dan kemudian memalingkan wajahnya.
” Ada wanita yang duduk disana, ” Petugas satpam itu menujuk kearah wanita tadi.
Petugas satpam itu tak kehilangan akal untuk memanfaatkan peluang ini.
“Dia masih perawan..”
Pria itu mendekati petugas satpam itu.
Wajah mereka hanya berjarak setengah meter. ” Benarkah itu? ”
” Benar, pak. ”
” Kalau begitu kenalkan saya dengan wanita itu … ”
” Dengan senang hati. Tapi, pak …Wanita itu minta harga setinggi tingginya.”
” Saya tidak peduli … ” Pria itu menjawab dengan tegas.
Pria itu menyalami hangat wanita itu.
” Bapak ini siap membayar berapapun yang kamu minta. Nah, sekarang seriuslah ….” Kata petugas satpam itu dengan nada kesal.
” Mari kita bicara di kamar saja.” Kata pria itu sambil menyisipkan uang kepada petugas satpam itu.
Wanita itu mengikuti pria itu menuju kamarnya.
Di dalam kamar …
” Beritahu berapa harga yang kamu minta? ”
” Seharga untuk kesembuhan ibu saya dari penyakit ”
” Maksud kamu? ”
Saya ingin menjual satu satunya harta dan kehormatan saya untuk kesembuhan ibu saya. Itulah cara saya berterima kasih ….
” Hanya itu …”
” Ya …! ”
Pria itu memperhatikan wajah wanita itu. Nampak terlalu muda untuk menjual kehormatannya. Wanita ini tidak menjual cintanya. Tidak pula menjual penderitaannya. Tidak! Dia hanya ingin tampil sebagai petarung gagah berani di tengah kehidupan sosial yang tak lagi gratis. Pria ini sadar, bahwa di hadapannya ada sesuatu kehormatan yang tak ternilai. Melebihi dari kehormatan sebuah perawan bagi wanita. Yaitu keteguhan untuk sebuah pengorbanan tanpa ada rasa sesal. Wanta ini tidak melawan gelombang laut melainkan ikut kemana gelombang membawa dia pergi. Ada kepasrahan diatas keyakinan tak tertandingi. Bahwa kehormatan akan selalu bernilai dan dibeli oleh orang terhormat pula dengan cara-cara terhormat.
” Siapa nama kamu? ”
” Itu tidak penting. Sebutkanlah harga yang bisa bapak bayar … ” Kata wanita itu
” Saya tak bisa menyebutkan harganya. Karena kamu bukanlah sesuatu yang pantas ditawar. ”
”Kalau begitu, tidak ada kesepakatan! ”
” Ada ! ” Kata pria itu seketika.
” Sebutkan! ”
” Saya membayar keberanianmu. Itulah yang dapat saya beli dari kamu. Terimalah uang ini. Jumlahnya lebih dari cukup untuk membawa ibumu ke rumah sakit.
Dan sekarang pulanglah … ” Kata pria itu sambil menyerahkan uang dari dalam tas kerjanya.
” Saya tidak mengerti …”
” Selama ini saya selalu memanjakan istri simpanan saya. Dia menikmati semua pemberian saya tapi dia tak pernah berterima kasih. Selalu memeras. Sekali saya memberi maka selamanya dia selalu meminta. Tapi hari ini, saya bisa membeli rasa terima kasih dari seorang wanita yang gagah berani untuk berkorban bagi orang tuanya. Ini suatu kehormatan yang tak ada nilainya bila saya bisa membayar …”
” Dan, apakah bapak ikhlas…? ”
” Apakah uang itu kurang? ”
” Lebih dari cukup, pak … ”
” Sebelum kamu pergi, boleh saya bertanya satu hal? ”
” Silahkan …”
” Mengapa kamu begitu beraninya … ”
” Siapa bilang saya berani. Saya takut pak …
Tapi lebih dari seminggu saya berupaya mendapatkan cara untuk membawa ibu saya ke rumah sakit dan semuanya gagal.
Ketika saya mengambil keputusan untuk menjual kehormatan saya maka itu bukanlah karena dorongan nafsu.
Bukan pula pertimbangan akal saya yang `bodoh`
… Saya hanya bersikap dan berbuat untuk sebuah keyakinan … ”
” Keyakinan apa? ”
” Jika kita ikhlas berkorban untuk ibu atau siapa saja, maka Tuhan lah yang akan menjaga kehormatan kita … ” Wanita itu kemudian melangkah keluar kamar.
Sebelum sampai di pintu wanita itu berkata:
” Lantas apa yang bapak dapat dari membeli ini … ”
” Kesadaran… ”
.. . .
Di sebuah rumah di pemukiman kumuh. Seorang ibu yang sedang terbaring sakit dikejutkan oleh dekapan hangat anaknya.
” Kamu sudah pulang, nak ”
” Ya, bu … ”
” Kemana saja kamu, nak … Huh”
” Menjual sesuatu, bu … ”
” Apa yang kamu jual?” Ibu itu menampakkan wajah keheranan. Tapi wanita muda itu hanya tersenyum …
Hidup sebagai yatim lagi miskin terlalu sia-sia untuk diratapi di tengah kehidupan yang serba pongah ini. Di tengah situasi yang tak ada lagi yang
gratis. Semua orang berdagang. Membeli dan menjual adalah keseharian yang tak bisa dielakan. Tapi Tuhan selalu memberi tanpa pamrih, tanpa perhitungan
….
” Kini saatnya ibu untuk berobat … ”
Digendongnya ibunya dari pembaringan, sambil berkata: ” Tuhan telah membeli yang saya jual… ”.
Taksi yang tadi ditumpanginya dari hotel masih setia menunggu di depan rumahnya. Dimasukannya ibunya ke dalam taksi dengan hati-hati dan berkata
kepada supir taksi: ” Antar kami kerumah sakit …”

from:
http://www.yauhui.net/dijual-keperawanan-siapa-yang-mau-beli/

Wednesday, December 16, 2009

FELLAS ! (kami tidak perek)



Windy    
scarf - 97chicks , tank - centro depart. store , bangle - pamore
Dyna 
tank - 97 chicks , skirt - amnese , bracelet - malioboro yogya , necklace - gang pocin depok

Monday, December 14, 2009

QUOTE OF THE DAY

"Today, fashion is really about sensuality - how a woman feels on the inside. In the eighties women used suits with exaggerated shoulders and waists to make a strong impression. Women are now more comfortable with themselves and their bodies - they no longer feel the need to hide behind their clothes" - DONNA KARAN

perek?

jika saya hanya merugikan kalian, tinggalkanlah.


hal pertama yang harus diketahui : saya orang baik. walau sikap saya tidak baik. 


bukan sekali dua kali orang lain menjudge saya negatif. 
"Dyna semenjak temenan sama Windy jadi kaya perek." itulah kerap yang dikatakan salah seorang adik kelas laki-laki saya (yang beberapa waktu lalu saya cuekin. atau mungkin dia bicara seperti itu karena sekedar kesal dengan saya?)


oke dear. pejelasannya, apa sih yang saya ajarin ke Dyna? saya ngajarin dia nyari om-om ? saya ngajarin dia menjajakan diri? kenapa semua perasaan benci, kesal atau tidak suka harus dinyatakan dengan hal-hal binatang atau yaah seperti saya ini, perek. begitu mudahnya mereka mencela seseorang "perek". kalau gitu saya juga mau bilang, mereka semua "BEROTAK DANGKAL".

jika Dyna semenjak temenan sama saya jadi lebih modis, cantik, dan pemilih, ya jelas itu baik untuk dirinya, tapi itu bukan karena saya, semua orang bisa berubah, semua orang berevolusi, itu karakter Dyna sendiri. emang nggak boleh, Dyna jadi lebih cantik? toh kita nggak pake mini skirt di acara sekolah ko.

jangan terlalu berlebihan mengira saya ini bandel. dari SD saya peringkat 123 terus ko, hattam Al-Quran 2x (yang kemudian ga saya lanjutin lagi, sih),  pernah di nobatkan sebagai siswi teralim pas SD, dan siswi terajin di kelas. oke, ini juga termasuk perubahan saya. jika sekarang saya nggak mendapatkan gelar-gelar itu lagi, apa saya berdosa besar pada kalian? 


oke, Michael, pikirkan baik-baik.


 

mini in BLACK


SEX






Thursday, November 19, 2009

QUOTE OF THE DAY

"A human being must have occupation if he or she is not to become a nuisance to the world." - Dorothy L. Sayers

fur...


bantu saya :) PLEASE..

TUTUP atau TIDAK?

sedikit curhat dan minta pendapat, saya ada keraguan tentang blog saya ini, seperti yang anda tahu, blog saya menceritakan kisah keseharian saya yang eww seperti di film cinema remaja bertajuk pergaulan bebas - -

nggak enak banget ya cerita jujur saya ini dibaca oleh keluarga dan saudara saya.

sebenarnya saya hanya membutuhkan ruang, dan kesempatan untuk menuangkan dan berbagi kepada setiap orang disana, yang butuh atau tidak butuh, yang mau atau tidak mau dengan cerita2 saya ini, but the problem, helloo saya tidak hidup sendiri. saya punya keluarga yang pastinya akan malu melihat saya seperti ini.

nggak lucu banget kalo saya harus mengganti nama saya menjadi Tina, Shella, Gladies atau siapalah yang sok-sok tidak mau diketahui namanya.. (memangnya saya PSK apa!) nah, darimaka itu. lebih baik biarkan blog saya terbuka bisa dibaca oleh semua orang, atau saya tutup dan hanya orang yang saya pilih yang bisa membaca?

mohon bantuannya ya, Readers yang baik :)

armor .

Currently loving:



From Armor on etsy, soo badass and awesome! $85.00

we are FRIENDS!

lonte lontong!

see!
foto ini sukses dinyatakan "windy banget" oleh teman-teman saya.
mereka bilang : "lonte abisssssss!"
OMFG, kenapa mereka selalu mengaitkan saya dengan hal-hal porno sih?



(i'm sorry, untuk tanggalnya, saya males nyetting, jadilah tgl 2005 xp dan soal muka saya yang seperti nahan puppie, itu saya belum siap difoto, tiba2 teman saya udah ngejepret -,-)

come HOME!

HELLO READERS!
sudah lama saya nggak tengok blog ini lagi. sudah lama juga saya nggak online-online, kecuali di twitter, hanya di twitter. Yep, kenapa? banyak yang nyariin saya lho ternyata. hahaha. bagitu fenomenalkah saya dalam hidup anda? (eww. maaf saya sepede ini, tapi sumpah, saya juga jijik menyadari diri saya ngomong kaya gini!) oke, kembali ngobrol nih, banyak yang saya redam dari dua bulan yang lalu, what? hmm.. yayaya seperti yang anda tahu, permasalahan hidup saya tidak jauh dari seputar tindakan asusila, dan kebebasan.

mungkin saya cukup merasa bisa menikmati hidup selama dua bulan terakhir. meninggalkan dunia maya adalah hal yang paling menyenangkan selama hidup saya 17 tahun terakhir. juga, tidak mengupload foto-foto naked yang selalu dikomentari berbagai macam orang. ya, sampai foto saya dijadikan bahan masturbasi teman saya sendiri. wess, seram betul saya mengingatnya. jadi, setelah masa peralihan dua bulan terakhir yang lalu, saya akan memulai dunia maya yang baru, dan mungkin dengan pribadi saya yang "sedikit baru", tentunya. yea, Tuhan memberi banyak hikmah kepada saya selama dua bulan itu. nggak perlu saya jadi pake kerudung, tapi saya janji nggak akan mempublikasikan foto yang suka bikin para cowo jadi keras lagi... so, have a great life, Windy!

Thursday, October 8, 2009

QUOTE OF THE DAY

"Youth is the best time to be rich, and the best time to be poor." - Euripides

black clothing PREFERRED